Feeds:
Pos
Komentar

Materi ini diarahkan pada seluruh kalangan baik ulama, du’at, thulabul ilmi dan mereka yang memangku jabatan, baik jabatan tinggi atau-pun rendah. Juga ditujukan kepada para bapak, ibu, para pendidik dan pengajar serta orang awam pada umumnya. Demikian pula ditujukan kepada semua yang

Lanjut Baca »

Do’a Sebelum Makan

PERTANYAAN :
Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh
Ana mau tanya apakah Hadist tentang do’a makan :
Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinnaa ‘adzaabannaar.
Apakah shahih hadistnya ? jazakallahu khairan
JAWABAN :
Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuhu
Doa yang antum tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibn As Sunni dalam kitab

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana kedudukan dan keutamaan ahlul ilmi dalam Islam?

Jawaban
Kedudukan ahlul ilmi adalah kedudukan yang paling agung, karena para ahlul ilmi adalah pewaris para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena itulah

Lanjut Baca »

Cinta terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam merupakan salah satu syarat beriman kepadanya, bahkan kecintaan kepada beliau harus melebihi segala kecintaan pada makhluk lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “Tidak

Lanjut Baca »

AKHLAK ORANG YANG BERJIWA BESAR (BAG. I)

Oleh: Fadhilatus Syaikh Dr. Khalid bin Utsman as-Sabt –hafidzahullah-

Alih Bahasa: Team al-Inshof

Pembaca budiman, disebabkan akhlak dan perangai terpuji begitu tinggi kedudukannya di mata Allah Ta’ala dan umat secara umum, terlebih bagi mereka yang mengusung misi dakwah Ahlu Sunnah wal Jama’ah, maka kami tergerak mengalih-bahasakan sebuah muhadharah (ceramah) ilmiyah yang

Lanjut Baca »

Jakarta – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Prof. Dr. Syamsul Anwar mengatakan bahwa motif diharamkannya rokok karena Muhammadiyah ingin berpartisipasi membangun dan melindungi kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan kondusif bagi masyarakat

Lanjut Baca »

PRINSIP KESEPULUH: MENENTUKAN TUJUAN MENULIS DAN SASARAN YANG AKAN MEMANFAATKAN TULISAN

Bagi orang yang akan menulis sirah harus mengetahui orang-orang yang akan menjadi sasaran tulisannya dan memahami metode (susunan bahasa) yang tepat bagi mereka.

Oleh karena itu dia harus menentukan tujuannya menulis sirah tersebut, apa yang dia inginkan: penyelesaian baru (terhadap masalah), memaparkan kejadian-kejadian dengan cara baru, menjelaskan alasan berbagai persoalan yang rumit atau mengkonsentrasikan pada kejadian-kejadian yang kurang diperhatikan oleh penulis-penulis lain.[1]

Misalnya periode Mekkah adalah periode pembinaan. Sudah banyak tulisan yang memaparkan periode ini            , namun masih banyak sisi atau aspek yang perlu mendapatkan penjelasan, diantaranya:

Sikap orang-orang jahiliyah terhadap dakwah dan orang-orang mu’min. Musuh-musuh dakwah bukan hanya orang-orang Quraisy, tetapi semua orang-orang jahiliyah…Tsaqif, Hawazin dan lain-lain. Memang yang menonjol adalah Quraisy karena mereka adalah keluarga terdekat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, namun kalau hanya mengkhususkan mereka adalah satu kesalahan sebab memberikan kesan bahwa dakwah itu hanya terbatas untuk mereka, tentu ini adalah salah besar.


[1] Lihat Al Adlwaa karya Asy Syaami hal 36,37.———––
* Materi ini pernah dipublikasikan oleh ustadz Ridwan Hamidi, Lc dalam berbagai kesempatan kajian sejak bulan Mei tahun 2001, antara lain di kajian rutin Yayasan al Hikmah Bandung, kajian umum yang diselenggarakan oleh Wahdah Islamiyah Bandung, kajian umum di Masjid Pogung Raya Yogyakarta dan beberapa tempat lain.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.